Hampir semua orang tahu nama Dracula sebagai tokoh fiksi dalam cerita novel atau film. Tapi, tahukah jika Dracula adalah bukan tokoh hayalan. Dia benar-benar tokoh nyata dan pernah hidup di bumi ini, berikut sejarah hidupnya yang penulis rangkum dari berbagai sumber.

Vlad Tsepes III atau Vladislavs Dracvla (1431-1476) atau lebih populer dengan nama Dracula dilahirkan di Transylvania, Rumania. Tidak ada catatan tertulis tanggal berapa dilahirkan. Sedangkan bulan kelahiranya para sejarawan memprkirakan pada bulan Nopember atau Desember 1431 M. Ia merupakan anak kedua dari Vlad II, penguasa Wallachia, salah kota di Rumania yang masih dalam kekuasaan Kesultanan Turki Ottoman. Dracula lahir sebagai buah perkawinan Vlad II dengan Cneajna, seorang putri dari Moldavian.

Sejarah hidup Dracula tidak bisa dilepaskan dari periode akhir Perang Salib. Ketika ia menjadi penguasa Wallachia, ia berabalik arah untuk menentang Kesultanan Turki Ottoman. Bisa dikatakan masa pemerintahannya merupakan masa-masa terror paling keji dalam sejarah Wallachia. Selama Dracula berkuasa, ia gemar melakukan penyiksaan dan pembunuhan terhadap penduduk Wallachia. Selama hidupnya ia telah membantai kurang lebih 500.000 manusia, 300.000 di antaranya umat Islam yang dibantai saat ia menjadi panglima Perang Salib.

Akibat kekejaman Dracula tersebut penduduk di sekitar Wallachia menggambarkannya sebagai titisan setan yang haus darah. Dari sinilah legenda tentang vampire kemungkinan bermula. Dalam perkembanganya mitos bahwa Dracula adalah vampire itulah yang kemudian berkembang di masyarakt. Masing-masing masyarakat, khususnya di Eropa Timur mengembangkan mitos tesebut dengan lingkungan mereka berada.

Pasca terbunuhnya Dracula oleh serangan pasukan Sultan Mehmed II dari Kesultanan Turki Ottoman pada tahun 1476, nama Dracula tetap menjadi buah bibir. Awalnya, ia menjadi pembicaraan di kalangan masyarakat pedesaan di Transylvania, dan kemudian berkembang ke seantero Eropa.

Hingga pada tahun 1897, seorang novelis asal Inggris, Bram Stoker, mengembangkanya dalam bentuk novel fiksi tentang cerita Dracula. Pria kelahiran 8 November 1847 itu dalam novelnya menceritakan tentang sosok Dracula yang bangkit kembali dalam sosok sebagai manusia vampire yang haus darah. Ia akan keluar setiap bulan pernama menemani malam, bergentayangan menggerayangi malam dengan sosok yang berubah-ubah, serigala, kelelawar atau dalam wujud manusia.

Baik dalam cerita fiksi atau film tentang Dracula, tidak akan lepas dari dua benda: salib dan bawang putih. Munculnya salib dalam cerita Dracula tidak bisa dilepaskan dari sejarah Perang Salib. Benda inilah yang dibawa ketika berperang dengan kesultanan Islam. Kedua benda inilah yang konon kabarnya bias mengalahkan Dracula.

Tokoh Dracula karangan Bram Stoker menjadi terkenal di seluruh dunia. “Ciptaanya” terus dikembangkan dalam berbagai versi novel dan film. Secara perlahan karakteristik tokoh fiksi ini menghilangkan dan menutupi fakta sebenarnya tentang sejarah kekejaman Dracula yang asli.

Pada tahun 1932, Dinu Rosseti, arkeolog Rumania, membawa kehebohan baru. Sebagai arkeolog yang ditugaskan oleh pemerintah Rumania untuk menggali kuburan Dracula di Gereja Snagov, ia menemukan jasad Dracula tidak ada di tempatnya, tapi ia menemukan mayat lain di dekat pintu gereja mayat inilah yang dinyatakan oleh Dinu Rosseti sebagai mayat Dracula. Namun sebagian arkeolog menentang hasil penemuannya. Salah satu penantang tersebut, Contantin Gurecu, menyatakan jasad Dracula memang di semayamkan di depan altar tetapi karena tempat tersebut lembab maka dalam waktu 500 tahun akhirnya melapuk menjadi tanah.

Advertisements